Asal Usul Bali Mula Bag. 3

20a.     Selanjutnya yang keempat diperkenankan kipula wisuda (naik tingakt), memepergunakan Wadah( Bade) Warna, Mangle, kapas, memanah Toya. Beralaskan api(baha), sebab disebut pamekel singgih. Kemudian yang paling kecil diperkenankan menjadi satrya yang pada waktu meninggalnya diperkenankan meperpgunakan wadah (Bade)  , lembu, beralaskan api (baha), memale salunglung, memanah Toya, damar kurung  serta seluruh tata upacra kesatrya, Demikian … More Asal Usul Bali Mula Bag. 3

Asal Usul Bali Mula 2

Tulisan ini kami angkat dan kami komputerisasi, serta kami Pulikasikan via internet, adalah untuk dapat memberikan informasi sekilas yang mungkin masih ada warga Masyarakat  memerlukan terkait dengan Kawitannya ( leluhurnya). Sebab sesuai dengan apa yang kami baca dan kami pahami, ada hal-hal sebagai Isyarat yang mesti diikuti, ditaati, dan dilaksanakan oleh masing – masing kelompok … More Asal Usul Bali Mula 2

Memaknai Babad/Prasasty Bag.9

Diceriterakan setelah Mpu Kamareka moksa Mpu Ghni jaya Mahireng beserta saudara—saudara dan cucunya berkumpul membicarakan petunjuk yang telah disampaikan Sang wuwus lepas yaitu agar segera melaksanakan upakara pitrayadnya Hari Rabu, mahadewa, kresna paksa ping 15, sasih badrawada mereka mengundang para pandita yang disebut Sanak Pitu agar datang ke Songan menyaksikan upakara pitrayadnya yang akan diselenggarakannya. … More Memaknai Babad/Prasasty Bag.9

Memaknai Babad/Prasasty Bag 8

Disamping Mpu Ghnijaya Mahireng, Mpu Kamareka melahirkan pula tiga orang putra yaitu Sang Made Clagi, Sang Noman Taruan dan Sang Ketut Kayuselem yang setelah dibaptis (apodgala) masing—masing berganti nama menjadi Mpu Kaywan, Mpu Nyoman Tarunyan dan Mpu Badengan. Seperti halnya Mpu Ghnijaya Mahireng ketiga adik beliau inipun menjadi Bhujangga di Bali. Dari Goa Song mereka … More Memaknai Babad/Prasasty Bag 8

Memaknai Babad/Prasasty Bag.7

Diceriterakan sepeninggal Mpu Mahameru diBali, Mpu Kamareka kembali beryoga di gunung Tampurhyang yaitu pada suatu tempat yang agak tinggi bernama Gwa Song. Beliau melaksanakan yoganya dengan taat dan tekun sesuai dengan petunjuk yang diterima dan Mpu Mahameru. Dalam melaksanakan tapa, beliau tidak makan maupun minum kecuali memusatkan pikiran (ngranasika ) menghadap ketimur selama satu tahun … More Memaknai Babad/Prasasty Bag.7