Babad Bag 3

Namun didjaman kemerdekaan ini, amat kecil kemungkinannya ada seorang Sulinggih/Brhamana/Ida Mpu, Ida Rsi, Ida Pedanda yang hamil dan melahirkan Putra dari kandungannya. sebab, aturan untuk menjadi Sulinggih Umat Hindu, usianya, pengetahuannya, ditetapkan yaitu seperti : sudah berkeluarga, sudah berputra, bahkan sudah bercucu, sehingga Putra-putra eliau sebelum ddiksa menjadi Sulinggih tidak termasuk Putra Sulinggih. dan tidak wajar disebut keturunan sulinggh atau Brahmana Wangsa atau orang yang dilahirkan oleh kehamilan seorang Brahmana/Sulinggih.

Yang terjadi saat ini, seorang Sulinggih/Brahmana seperti Ida Mpu, Ida Rsi, Ida Pedanda, dilahirkan secara ritual oleh seornag Brahmana Nabe dengan Prosesi Upakara dan Upacra Yadnya yang disebut dengan Pediksaan. dan setelah usai Upacra pediksaan itu, barulah seseorang tersebut disyahkan perubahan statusnya menjadi seorang Sulinggih Umat Hindu atau seorang Brahmana Umat Hindu bukan sulinggih kelompok umat HIndu.

Jika pemahamna ini dapat kita pahami dan kita akui bersama sebagai insan Hindu, Niscaya segala hal perbedaan yang ada di masyarakat kita khusunya Masyarakta Hindu yang berpotensi terhadap perseketaan adat, budaya, Tradisi, tidak akan terjadi lagi.

Untuk lebih jelasnya dibawah ini tersusun asal-usul adanya Wangsa Brahmana bukan Brahmana Wangsa. dalam bentuk Struktur kelahiran.

Om Santhi,Santhi,Santhi,Om………ke Bag 4