Asal Usul Bali Mula 2


Tulisan ini kami angkat dan kami komputerisasi, serta kami Pulikasikan via internet, adalah untuk dapat memberikan informasi sekilas yang mungkin masih ada warga Masyarakat  memerlukan terkait dengan Kawitannya ( leluhurnya). Sebab sesuai dengan apa yang kami baca dan kami pahami, ada hal-hal sebagai Isyarat yang mesti diikuti, ditaati, dan dilaksanakan oleh masing – masing kelompok warga terkait, guna medapatkan kehidupan yang tentram, damai dan sejahtra, larena jika tidak melaksanakan apa yang telah ditetapkan /diisyaratkan ( Bisama_bisama) Ida Bhatara Kawitan masing-masing akan berakibat tidak tercapainya tujuan-tujuan didalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara ( Terkutuk/dikutuk) oleh leluhurnya masing-masing.

Warga Pamesan dan sekelompoknya :

Diceriterakan pada waktu Bhatara Brahma dan Bhatara Wisnu di perintahkan oleh Bhatara Pramesti Guru menciptakan manusia di P Bali dengan harapan agar dapat diikuti sesananya dimasa mendatang. Bhatara berdua yaitu Brahma, Wisnu tidak menolak diperintahkan, beliau menghormat, mohon diri kehadapan Bhatara yang disambut do’a Pujian serta hujan bunga.  Bhatara berduapun berangkat meninggalkannya. Oleh karena cepat jalannya beliau segera tiba di Tampurhyang beliau beryoga, dengan tekun dihadapan dupa perasapan. Dari penyatuan pikiran Beliau ( sidyajnana) keluar lima orang laki-laki amat sempurna. yang pada waktu merninggalnya dianugrahkan gagaduhan sebagai berikut :

  1. Penjelmaan yang tertua, pada waktu meninggalnya diperkenankan mebale bambu tidak diperkenankan mempergunakan kayu, Papiriingannya pupug, tidak  diperkenankan beralaskan api (baha), manah Toya(mencari air Suci), medamar kurung, sebab mereka disebut Wong Pamesan.  Penjelmaan yang kedua ( Pamade) pada waktu meninggalnya diperkenankan mempergunakan (Bade) kayu, matumpang salu, menek saput, mangle tetapi tidak diperkenankan beralaskan api (baha), lebih-lebih memanah Toya sebab mereka disebut Wong juru Ebat, anyanyagal ( tukang Potong), Manusa Juru Tegel (pikul) penjelmaan ketiga pada waktu meninggalnya diperkenankan mabya tanem ( menguburkan), tidak diperkenankan membakar serta memanah Toya, medamar kurung, sebab mereka disebut Wong Tani dusun…… ke Asal Usul Bali Bag 3

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s