Memaknai Babad/ Prasasty Kawitan bag.4


Babad Pasek Kayu Selem

Babad Pasek Kayuselem ini merupakan turunan Saudara Wayan Pasek yang sumbernya dipetik dari koleksi Gedong Kirthya di Singaraja dan pada kesempatan ini, ingin pula disampaikan bahwa untuk mengetahui isi suatu babad kita harus lebih berhati hati apabila kita ingin menarik suatu kesimpulan yang termuat di dalamnya Kita harus menyadari karena pada umumnya ceritera yang disampaikan di dalam babad banyak diselingi Ceritera ceritera lain yang kadang kadang membingungkan si pembaca, Uraiannya putus putus tidak berurut dan tidak jarang pula ceritera yang disisipkan agak menyimpang dengan judul babadnya. Oleh karena mengingat hal tersebut, pada bagian ini terketuk pula hati Penulis untuk menyampaikan isi pokok babad Pasek Kayuselem secara lebih sistimatis dengan harapan Semogä apa yang dapat penulis simpulkan kiranya lebih mempermudah dan dapat dijadikan pegangan apabila kita ingin menuturkannya kepada Masyarakat lainnya.

Sebagaimana halnya dengan babad babad lainnya pada bagian pembukaan babad ini diuraikan permohonan maaf sipenulis agar para leluhur, kawitan serta Ida Sanghyang Widhi Waça berkenan memaafkan serta nengampuni sipenulis atas keberaniannya menuturkan kembali Hyang Kawitan kepada masyarakat. Selanjutnya dijelaskan paduka Bhatara Hyang Pasupati amat prihatin melihat pulau Bali yang selalu saling terantuk dengan Selaparang (Lombok).Oleh karena itu untuk menghindari hal tersebut Bhatara Hyang Paçupati dengan segala kekuatannya membongkar sebahagian gunung Mahameru di Jambudwipa untuk dipindahkan ke pulau Bali dan Selaparang sebagai penindih agar kedua pulau ini tidak mudah dihanyutkan serta terantuk oleh gelombang. Perpindahan gunung ini menyebabkan di Bali kita mengenal gunung Lokapala yaitu gunung Lempuyang , gunung Andakaça, gunung Watukau, gunung Beratan, gunung Mangu dan gunung Tulukbiyu. Setelah nusa Bali tenang dan tidak diombang ambingkan oleh gelombang, Bhatara Jagat Karana mengutuskan Bhatara Hyang Tiga yaitu, Bhatara Mahadewa, Bhatari Danuh serta Bhatara Ghnijaya turun ke Bali sebab pada saat itu pulau Bali .amat sunyi keadaannya. Berkat kesaktian beliau akhirnya Bhatara Hyang Tiga tiba dengan selamat dinusa Bali. Bhatari Danuh ditugaskan, bersemayam (aparhyangan) di Ulun Danu,.Bhatara Hyang Ghnijaya bersemayam di gunung Lempuyang sedangkan Bhatara Putrajaya bersemayam di Besakih.

Dijelaskan rula pada waktu Bhatara Putrajaya türun ke Bali beliau diiringi oleh Bhatarà lainnya antara lain Bhatarà Tumuwuh yang selanjutnya bersemayam di gunung Watukaru, Bhatara Manik Kumayang yang bersemayam di gunung Beratan, Bhatara Hyang Manik Galang bersemayam di Pejeng $erta Bhatara Tugu bersemayam di gunung Andakaça
Bhatara Hyang Ghnijaya dan Bhatara Hyang Mahadewa tidak henti-hentinya melakukan yoga semadi demi ketentraman serta kesejahteraan pulau Bali. Berkat ke mahiran beliau beryoga dari semadi Bhatará Hyang Ghni jaya lahirlah anak laki—laki yang cakap dan sempurna yang pada waktu lahirnya’ semuanya beralaskan daun pisang kaikik. Adapun putra—putra beliau adalah Sang Brahmandá Pandita, Mpu Mahameru, Mpu Gana,Mpu Kuturan, dan Mpu Pradhah. Kemudian atas kehendak beliau mereka berlima diperintahkan ke Jambudwipa untuk memperdalam kesidhi ajnanan mereka masing—masing Ketika yoga mereka teláh masak Sang Brahmanda Pandita menikah dengan Bhatani Manik Gni, Putri Bhatara Hyang Mahadewa di Tolangkir dan berganti nama menjadi Mpu Ghnijaya.
Dan pernikahan beliau menurunkan Mpu Ktek, Mpu Kananda, Mpu Wirajnana, Mpu Withadharma, Mpu Ragarunting, Mpu Preteka, Mpu Dangka yang kemudian dikenal dengap Pasek Sanak Pitu. Setelah beberapa lamanya dengan diiringi kedua adiknya yaitu Mpu Gana dan Mpu Kuturan. beliau menaiki daun kapu—kapu yang berlayarkan daun tehep kembali ke nusa Bali. Setibanya di Bali (di Silayukti) beliau langsung ke Besakih menghadap Bhetara Putra Jaya serta Ayahandanya Bhetara Ghnijaya di Gunung Lempuyang, serta Selanjutnya Mereka silih berganti ke Jawa dan ke Bali.

 

Berlanjut Ke Bag 5


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s