Bisama Mpu Mahameru Kepada Masyarakat Baliyaga


Om Swastyastu,

Dilebaran ini kami sampaikan Bisama Ida Bhatar Mpu Mahameru kepada seluruh Masyarakat Baliyaga, yang merupakan Isyarat Luhur yang Mutlak diingat dan direnungkan, serta dipahami sebab semuanya itu tidak berbeda dengan Sumpah Kawitan. lebih jelasnya ikuti tulisan dibawah ini

  1. diceriterakan kembali Mpu Mahameru bersabda kepada orang Baliaga semua yang disebut pula wangsa Bali Krama. Sabda Beliau, Hai kamu Manusia, oleh karena engkau berasal dari kelapa gading  dan tidak berasal dari manusia, sekarang aku berkata kepadamu, kelak apabila engkau telah meninggal diupakarai oleh keturunanmu, engkau diperkenankan membakar Jasad. Selanjutnya setelah dibakar diperkenankan pula ditanam kembali, itulah yang disebut wangsa krama tambus dan patut angentas, menyelesaikannya tidak lain Bhujangga Mpu Bendesa Dryakah. Setelah diupakarai engaku diperkenankan melaksanakan Upakara Matres serta Matuwun.. demikian tata cara yang patut engkau laksanakan, janganlah melanggar. Apabila melanggar engkau akan kena kutukan Bhatara Lempuhyang.

28a.     Perjalanan Roh Leluhurmu akan tersendat-sendat dan tidakakan menemukanjalanyang terang (sebenarnya). Begitu pula kamu Ki Barakan, ingatlah asal-usulmu dahulu, oleh karena engkau berasal dari tanah, beritahu juga kepada keturunanmu bahwa kelak apabila engkau telah meninggal engkau tidak boleh membakar jasad, engkau hanya diperkenankan menguburkan saja. Setelah Jasad dikubur, keesokan harinya Ngirim, yaitu diatas lubang kuburan dibuatkan orang-orangan dandisebut Abya Tanem. Apabila engkau hendak mengupakarainya, diperkenankan. Upakara tersebut disebut Matres dan Matuwun. Demikian tata cara upakara orang Baliaga dan Bhujangga yang patut melaksanakan Upakara ngentasnya tidak lain Mpu Bendesa Dryakah. Ingalah menentang sebab apabila menentang Bhatar Lempuhyang akan amat Murka danmengakibatkan tersendat-sendatnya Roh Leluhurmu, begitu pula apabila engkau berkata dengan Bhujanggamu Mpu Bandesa Dryakah engaku harus Mjro Gede.

  1. ingatlah jangan lupa sampai seterusnya Beritahukanlah kepada keturunanmu masing-masing. Demikian sabda Mpu Mahameru kepada seluruh orang Baliaga, mereka tidak menolak perintah Dang Ghuru. Kembali Mpu Mahameru berkata kepada Mpu Dryakah,

anakku Mpu Dryakahsekarang engkau boleh menjadi Bhagawan. Kemarilah aku akan membaptismu(tapak) Mpu Dryakah mendekat kehadapan sang maharsi dan setelah dibaptis, beliau menjilat telapak kaki  Sang Adhighuru. Kini ada pula anugrah PAWISIK pada telinga serta bibir diamlah, sebab sanghyang Ongkara Mantra harus dipingitka, sabda Sang Mpu Mahameru, anakku Mpu Dryakah sudahkah terdengar olehmu ?. Yah Paduka Bhatara, semua telah meresap di hati hamba.

29a.     Anakku Mpu Dryakah, sekarang nama anakku akan kuganti. Kini anakku bernama Mpu Kamareka. Sebab para hyang dahulu telah mersti abinagawan. Ingatlah baik-baik, sekarang ayahnda akan meninggalkan anakku menghadap Paduka Bhatara di Tolangkir dan Gunung Lempuhyang. Mpu Kamareka mendekat menghaturkan bhakti sambil mengelus kaki Dang Ghuru sebab demikian tata cara bhakti seorang murid kepada Dangn Ghuru. Demikian asal mula timbulnya Bhujangga di Bali jaman dahulu. Diceriterakan kembali setelahMpu Mahameru meninggalkan Tampurhyang 

  1. diceriterakan kembali Mpu Mahameru bersabda kepada orang Baliaga semua yang disebut pula wangsa Bali Krama. Sabda Beliau, Hai kamu Manusia, oleh karena engkau berasal dari kelapa gading  dan tidak berasal dari manusia, sekarang aku berkata kepadamu, kelak apabila engkau telah meninggal diupakarai oleh keturunanmu, engkau diperkenankan membakar Jasad. Selanjutnya setelah dibakar diperkenankan pula ditanam kembali, itulah yang disebut wangsa krama tambus dan patut angentas, menyelesaikannya tidak lain Bhujangga Mpu Bendesa Dryakah. Setelah diupakarai engaku diperkenankan melaksanakan Upakara Matres serta Matuwun.. demikian tata cara yang patut engkau laksanakan, janganlah melanggar. Apabila melanggar engkau akan kena kutukan Bhatara Lempuhyang.

 

28a.     Perjalanan Roh Leluhurmu akan tersendat-sendat dan tidakakan menemukanjalanyang terang (sebenarnya). Begitu pula kamu Ki Barakan, ingatlah asal-usulmu dahulu, oleh karena engkau berasal dari tanah, beritahu juga kepada keturunanmu bahwa kelak apabila engkau telah meninggal engkau tidak boleh membakar jasad, engkau hanya diperkenankan menguburkan saja. Setelah Jasad dikubur, keesokan harinya Ngirim, yaitu diatas lubang kuburan dibuatkan orang-orangan dandisebut Abya Tanem. Apabila engkau hendak mengupakarainya, diperkenankan. Upakara tersebut disebut Matres dan Matuwun. Demikian tata cara upakara orang Baliaga dan Bhujangga yang patut melaksanakan Upakara ngentasnya tidak lain Mpu Bendesa Dryakah. Ingalah menentang sebab apabila menentang Bhatar Lempuhyang akan amat Murka danmengakibatkan tersendat-sendatnya Roh Leluhurmu, begitu pula apabila engkau berkata dengan Bhujanggamu Mpu Bandesa Dryakah engaku harus Mjro Gede.

 

  1. ingatlah jangan lupa sampai seterusnya Beritahukanlah kepada keturunanmu masing-masing. Demikian sabda Mpu Mahameru kepada seluruh orang Baliaga, mereka tidak menolak perintah Dang Ghuru. Kembali Mpu Mahameru berkata kepada Mpu Dryakah,

anakku Mpu Dryakahsekarang engkau boleh menjadi Bhagawan. Kemarilah aku akan membaptismu(tapak) Mpu Dryakah mendekat kehadapan sang maharsi dan setelah dibaptis, beliau menjilat telapak kaki  Sang Adhighuru. Kini ada pula anugrah PAWISIK pada telinga serta bibir diamlah, sebab sanghyang Ongkara Mantra harus dipingitka, sabda Sang Mpu Mahameru, anakku Mpu Dryakah sudahkah terdengar olehmu ?. Yah Paduka Bhatara, semua telah meresap di hati hamba.

29a.     Anakku Mpu Dryakah, sekarang nama anakku akan kuganti. Kini anakku bernama Mpu Kamareka. Sebab para hyang dahulu telah mersti abinagawan. Ingatlah baik-baik, sekarang ayahnda akan meninggalkan anakku menghadap Paduka Bhatara di Tolangkir dan Gunung Lempuhyang. Mpu Kamareka mendekat menghaturkan bhakti sambil mengelus kaki Dang Ghuru sebab demikian tata cara bhakti seorang murid kepada Dangn Ghuru. Demikian asal mula timbulnya Bhujangga di Bali jaman dahulu. Diceriterakan kembali setelahMpu Mahameru meninggalkan Tampurhyang


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s